Waspada Beredarnya iPhone Ilegal!

Tokopedia hapus lapak penjual iPhone Ilegal

Kesan eksklusif yang di pancarkan oleh unit iPhone memang berhasil membuat banyak orang bingin untuk memilikinya. Ada yang dengan cara wajar dengan mengumpulkan uang hingga mencukupi, ada juga yang memilih untuk menggunakan kredit. Akan tetapi ada juga yang memilih untuk membeli iPhone replika hanya demi terlihat memilikki smartphone iPhone terbaru.

Salah satu penjual iPhone Ilegal/Black Market

Salah satu penjual iPhone Ilegal/Black Market

Diantara golongan masyarakat seperti yang disebutkan diatas tadi, ada satu lagi yang lebih parah. Yaitu yang membeli iPhone di pasar gelap atau iPhone ilegal. Memang yang digunakan tersebut adalah iPhone asli yang diproduksi oleh Apple Inc. , hanya saja barang tersebut tidak melalui proses pajak dan bea cukai sehingga harga iPhone Ilegal lebih murah.

Cara penualan iPhone ilegal ini tidaklah seperti di toko pada umumnya. Biasanya iPhone Black Market ini ditawarkan dari mulut ke mulut atau setidaknya dengan cara online. Ada yang memang benar bahwa mereka menjual iPhone asli tapi ilegal (BM), namun tidak jarang juga banyak yang tertipu. Sebab ternyata yang dijual adalah merupakan iPhone palsu.

Tokopedia Jegal Lapak iPhone Ilegal

Toko jual-beli online seperti Tokopedia kerap disalahkan atas maraknya peredaran smartphone ilegal seperti iPhone. Tidak ingin nama perusahaan tercoreng, Tokopedia mengambil tindakan. Tindakan tersebut adalah sebuah kebijakan yang isinya menghapus semua smartphone black market dan smartphone palsu yang beredar di lapaknya.

Tokopedia hapus lapak penjual iPhone Ilegal

Tokopedia hapus lapak penjual iPhone Ilegal

Smartphone yang dimaksud dalam kebijakan terbaru Tokopedia tersebut dikhususkan kepada produk Apple terutama seri iPhone 6s, 6s Plus, 7 dan 7 Plus. Saat dimintai keterangan, perwakilan Tokopedia menyatakan bahwa aksi penjegaan tersebut adalah sebagai bentuk kepatuhan Tokopedia terhadap pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan RI.

“Sesuai pemberitahuan resmi dari Kementerian Perdagangan Indonesia, produk iPhone 6s, 6s Plus, 7 dan 7 Plus kami hapus demi kenyamanan dan keamanan pelaku usaha,” demikian pernyataan terbuka yang ada di situs web Tokopedia.

Dan benar saja ketika kami mencoba mencari barang tersebut lewat mesin pencarian Tokopedia, tidak ada informasi terkait. Berbeda dengan Bukalapak dan OLX, di kedua situs e-commerce tersebut kami masih menemukan ada pedagang yang nakal menjiual iPhone 6s dan iPhone 7 Plus. Tinggal menunggu saja respon dari Kementrian Perdagangan RI.

Data Pribadi Pengguna Apple Diperjualbelikan?

Dalam sebuah laporan The Wall Street Journal, pihak Kepolisian Cina mengamankan lebih dari 20 orang karena diduga menjual data-data pribadi pengguna iPhone dalam sebuah pasar gelap. Inilah alasannya jika anda bertanya-tanya darimana seorag agen asuransi mendapatkan nomor telepon anda.

Distributor Apple di Cina diciduk Polisi

Distributor Apple di Cina diciduk Polisi

Jenis informasi yang dijual antara lain adalah nama pengguna, nomor telepon hingga Apple ID. Menurut pengakuan tersangka, data-data tersebut dijual dengan harga antara 10-80 Yuan (setara Rp 19 – 156 ribu) per data. Memang tidak terlalu besar, akan tetapi total angka penjualan data curian tersebut mencapai lebih dari 50 juta Yuan (US$ 7,36 juta atau setara Rp 98 miliar).

Yang lebih mengejutkan lagi adalah, ke-20 orang yang ditangkap di provinsi Zhejiang, Tiongkok tersebut ternyata bukan hacker atau penjahat dari manapun. Dua puluh orang tersebut merupakan karyawan dari distributor pihak ketiga Apple di Cina. Bahkan, beberapa di antaranya menjual iPhone secara langsung melalui outlet di Tiongkok dan bermitra dengan Apple.

Masih belum jelas berapa banyak pengguna iPhone yang terdampak langsung dari pencurian data pribadi ini. Dan belum diketahui juga apakah ini hanya berdampak pada perangkat iPhone yang dijual di Cina atau juga di negara lain. Para tersangka menggunakan sistem internal Apple yang kemudian disalahgunakan oleh mereka.

Akibat perbuatannya, seluruh tersangka dikenakan pasal penjualan informasi ilegal. Polisi juga telah menyita komputer, ponsel dan kartu kredit dari operasi penggrebekan tersebut. Untuk berjaga-jaga, sebaiknya para pengguna iPhone segera mengganti password dan akun Apple untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.